A. Bagian-bagian mobil yang harus dikenali:
* Pedal Kopling : terletak di bawah pedal kaki paling kiri
* Pedal Rem : terletak pada pedal tengah
* Pedal Gas: terletak pada pedal paling kanan
* Rem Tangan (Parking Brake) : terletak di sebelah kiri kursi pengemudi, terletak diantara kursi pengemudi dan penumpang depan
* Gigi atau persneling: terletak di depan rem tangan
* Gigi netral: adalah tuas transmisi berada di tengah-tengah (mobil tidak akan berjalan meskipun pedal gas di injak)
* Gigi satu: dari posisi netral dorong tuas persneling ke posisi gigi paling kiri lalu dorong ke depan
* Gigi dua: dari posisi netral dorong tuas transmisi ke kiri lalu tarik ke belakang, jika dari posisi gigi satu tarik ke belakang
* Gigi tiga: dari posisi gigi netral dorong ke atas
* Gigi empat: dari gigi netral tarik ke bawah (posisinya berlawanan dengan gigi 3)
* Gigi lima: dari posisi netral dorong kanan kemudian dorong lagi ke depan
* Gigi enam / mundur (R) : dari netral dorong ke kanan kemudian tarik ke belakang
Posisi kaki kiri selalu berada di kopling, sedangkan kaki kanan berada di gas dan rem, jika ingin memindahkan gigi injak pedal kopling kemudian tarik tuas persneling ke tengah, tahan 1 detik di posisi normal kemudian arahkan gigi ke posisi yang diinginkan.
B. Cara mengemudi mobil manual :
* Posisikan tubuh pada tempat duduk senyaman mungkin
* Aktifkan rem tangan
* Posisi tangan kanan berada pada lingkar kemudi jam 9 dan tangan kiri pada posisi jam 3
* Nyalakan mesin dengan memutar kunci kontak searah jarum jam (ke kanan) lalu tahan sebentar 1-2 detik
* Tekan pedal kopling menggunakan kaki kiri (tekan yang dalam)
* Masukkan ke gigi satu
* Kaki kanan siap-siap di pedal gas
* Lepaskan atau realeasekan rem tangan
* Lepaskan pedal kopling pelan-pelan, setelah 3/4 tekan pedal gas dengan pelan dan rasakan tarikan mesin yang pelan, usahakan jiwa anda menyatu dengan mobil :-)
* Konsentrasi pada kondisi jalan, pandangan ke jalan tidak melihat kaki atau tangan
* Jalankan mobil :)
Permasalahan pada mesin mobil sering terjadi adalah penurunan performa mesin seperti tenaga/ akselerasi, getaran mesin yang lebih besar, sampai munculnya asap putih pada knalpot mobil. Kali ini kita akan membahas mengenai cara mengidentifikasi kerusakan mesin melalui gejala dan sedikit pemeriksaan.
Hal yang kerap terjadi pada mesin mobil adalah mesin pincang dan asap putih, mesin pincang disini berarti
ada ketidakseimbangan pada ruang bakar (silinder) dalam mesin mobil yang mana biasanya mobil memiliki 4 atau lebih silinder, jika 1 dari 4 silinder tersebut bermasalah bisa dikatakan mesin pincang. Mesin pincang ini bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti busi mati, injektor buntu, tekanan kompresi yang lebih lemah pada salah satu silinder.
Sedangkan
keluarnya asap putih pada bagian knalpot mobil disebabkan oleh ausnya
komponen ring piston atau seal klep, ausnya ring piston atau seal klep
akan menyebabkan merembesnya oli dari mesin mesin ke ruang bakar
sehingga oli ikut terbakar, dan hasil dari pembakaran oli tersebut
adalah asap putih yang keluar melalui knalpot mobil.Keluarnya asap putih maupun kondisi mesin mobil yang pincang biasanya membuat kompresi pada ruang bakar (silinder) mobil berkurang, jika kompresi berkurang maka pembakaran bahan bakar menjadi tidak efektif, tenaga berkurang dan boros bahan bakar. Untuk mengetahui dimana letak kerusakan atau permasalahan pada mesin, kita akan melakukan identifikasi pada kompresi.
Berikut yang mempengaruhi turunnya kompresi mesin :
* Gasket Cylinder Head bocor atau terbakar
* Cylinder Block retak
* Piston retak atau berlubang
* Seal Klep bocor
* Cylinder Head Block retak atau melengkung
* Klep bocor
* Ring Piston aus atau bocor
Untuk mengetahui silinder yang mana yang mengalami kebocoran tekanan (penurunan kompresi) bisa menggunakan alat ukur kompresi yakni Compression Tester, sebagai catatan tekanan untuk mobil diesel dan bensin berbeda yang mana kompresi mobil diesel jauh lebih besar daripada mesin bensin, berikut prinsipnya:
- Mobil bensin idealnya memiliki tekanan ruang bakar (kompresi) antara 140 Psi hingga 220 Psi (9,5 Bar hingga 15 Bar)
- Mobil mesin diesel idealnya memiliki kompresi ruang bakar 600 Psi atau 42 Bar
- Mobil bensin dikatakan kompresinya kurang jika memiliki tekanan (kompresi) kurang dari 100 Psi atau 7 Bar
- Selisih tekanan pada masing-masing silinder dikatakan cukup baik jika pada masing-masing silinder terpaut tekanan tidak lebih dari 7,2 Psi atau 0,5 Bar
Jika pecinta otomotif ingin memeriksa berapa tekanan pada ruang bakar mobil diesel hendaknya memilih alat tester yang memiliki range cukup sesar yakni sampai 1000 Psi atau 70 Bar, mengingat karakteristik mobil diesel adalah memanfaatkan tekanan tinggi untuk membakar solar.
Cara Mengukur Tekanan pada ruang bakar (kompresi mesin):
1. a. Matikan sistem kelistrikan: matikan kelistrikan yang menuju aki, biasanya dengan cara mencabut ecu relay atau sekring ecu. Tujuannya adalah injektor tidak menyemburkan bensin
b. Matikan sistem kelistrikan yang menuju Ignition Coil, biasanya mencabut socket ignition coil agar coil tidak bekerja
2. Lepaskan semua busi mobil
3. Pasanglah alat pengukur tekanan (Compression Tester), pasang ujung slang compression tester pada lubang busi, mulailah pada silinder no 1
4. Starter mobil kira-kira 3-5 langkah putaran, compression tester akan menunjukkan berapa tekanan pada silinder tersebut (ukur dan catat)
5. lakukan langkah no 1 sampai 4 di atas pada silinder lain sehingga didapatkan seluruh tekanan pada silinder.
Analogi: Silinder 1 didapatkan angka 11 Bar, Silinder 2 adalah 10.9 Bar, Silinder 3 adalah 11.2, dan Silinder 4 adalah 9 bar.
Dari analogi di atas bisa diketahui bahwa pada silinder ke 4 sedang terjadi masalah penurunan kompresi, jika sudah diketahui yang no 4 yang bermasalah maka lakukan tindakan lebih lanjut pada no 4 dengan cara memasukkan 1 sampai 2 sendok teh (bukan sendok makan) pada lubang busi silinder yang mengalami penurunan kompresi (no 4).
Setelah di beri oli lakukan pengecekan dengan perlakuan seperti cara mengukur tekanan pada langkah ke 3 dan 4. Setelah dilakukan langkah 3 dan 4 maka didapatkan:
* Jika setelah ditambahkan oli ternyata kompresi lebih besar dari sebelum ditambahkan oli maka permasalahan pada Ring Piston aus atau Dinding Silinder rusak
* Jika setelah ditambahkan oli kompresi tidak bertambah, maka kerusakan ada pada satu atau beberapa komponen seperti: Piston berlubang, Cylinder Head Block melengkung, klep dan seal klep, Gasked Cylinder Head.
Di bawah ini adalah alat ukur kompresi, harganya bervariasi mulai dari yang murah 150 ribu sampai ada yang bagus kira-kira 700 ribuan, ada baiknya pecinta otomotif membeli compression tester yang memiliki slang agar mudah memasukkan ke dalam lubang busi, dan juga membeli alat ukur kompresi yang memiliki range cukup besar antara 0 sampai 1000 Psi
Pecinta otomotif mungkin sering menemui atau bahkan mengalami mobil
tiba-tiba mogok karena kepanasan (overheat mesin), ya mobil overheat
memang sering terjadi pada mobil-mobil yang dipaksa melakukan kerja
secara terus-menerus (tanpa istirahat) pada track-track berat
misalnya perjalanan jauh, medan pegunungan atau jalan yang menanjak, membawa beban berat, dan lain-lain.Mobil yang mengalami overheat ini biasanya banyak dialami pada mobi-mobil yang sudah berumur (cukup tua) seperti suzuki carry, daihatsu zebra, bison, dll meskipun tidak menutup kemungkinan mobil baru akan kepanasan saat dipacu tanpa henti pada track/jalan berat. Kecenderungan mobil bekas yang sering overheat karena tidak terawatnya beberapa komponen
* Kebocoran radiator, radiator yang bocor akan menguras air dalam radiator atau paling tidak akan mengurangi volume air dalam radiator mobil, jika volume air radiator berkurang maka kemampuan radiator dalam mendinginkan mesin mobil akan sangat berkurang, sehingga mobil kita akan lebih mudah kepanasan (terjadi overheating)
* Tutup radiator kurang sempurna, hal ini bisa terjadi akibat kerusakan tutup radiator atau pecinta otomotif lupa menutup radiator mobil saat mengisi air radiator. Tidak tertutupnya radiator akan membuat air cepat habis baik karena muncrat keluar maupun terjadi penguapan, sedangkan jika penutup radiator rusak juga akan menyebabkan hilangnya kemampuan suplai air cadangan jika air dalam radiator habis.
* Kondisi selang radiator, selang radiator yang cukup tua bisa kehilangan kemampuannya dalam mengalirkan air dingin dan panas dari radiator ke mesin atau sebaliknya, pastikan selang radiator dalam keadaan baik kondisinya maupun pemasangannya.
*
Kipas radiator kurang optimal, kipas radiator berfungsi menyalurkan
udara ke radiator untuk mendingnkan air radiator yang kemudian dialirkan
ke mesin. Jika kipas radiator mati maka air panas akan sulit menjadi
dingin sehingga fungsi pendinginan mesin oleh radiator menjadi sangat
berkurang, kipas yang berputar secara lemah juga menyebabkan sering
terjadinya overheat atau kepanasan mobil.* Pompa air radiator tidak berjalan, pompa air berfungsi memompa air panas dari mesin menuju radiator dan juga air dingin dari radiator ke mesin.
* Thermostat macet, thermostat ini berfungsi sebagai kran air dari mesin ke pendingin, thermostat ini untuk mobil-mobil baru sudah tidak disertakan akan tetapi untuk mobil lama masih banyak menggunakan ini.
Jika Mobil Kepanasan
Gejala kepanasan mobil atau overheating adalah meningkatnya suhu pada pengukur temperatur mesin, mobil kekurangan tenaga (brebet), adanya suara pada mesin mobil, terlihat uap air tebal yang keluar dari kap mesin. Jika pecinta otomotif tiba-tiba mengalami kondisi overheat atau kepanasan mobil sampai mogok di jalan, di bawah ini adalah cara yang dilakukan :
1. Hentikan atau tepikan mobil, cari tempat yang cukup aman dan nyalakan lampu darurat. Posisikan kopling mobil pada posisi N (mobil manual) dan P (mobil matic), matikan komponen kelistrikan yang tidak diperlukan seperti AC dan Audio, kurangi RPM (nyalakan mesin pada putaran rendah saja sambil mengurangi kinerja mesin, jika ingin lebih cepat mendinginkan mobil bisa mematikan mesin)
2. Pada kondisi tertentu terlihat uap air (seperti asap) keluar dari kap mesin, jika hal ini yang terjadi matikan mesin dan jangan buka dahulu sebelum asapnya habis (kemungkinan berbahaya jika mengenai muka atau bagian tubuh lain), setelah habis kap mesin bisa dibuka untuk melihat yang terjadi
3. Dinginkan mesin (air radiator), kemudian cek volume air dalam radiator. Yang perlu diingat adalah untuk tidak membuka tutup radiator saat panas (mendidih) dimana memiliki kemungkinan memuntahkan air panas dalam tekanan tinggi (tunggulah barang 15 sampai 20 menit)
4. Setelah keadaan terkendali mulai cek satu persatu dari volume air dalam radiator, selang radiator, kebocoran air, tutup radiator, putaran kipas radiator, pompa air, dan lain-lain. Jika pecinta otomotif mengetahui penyebabnya misalnya ada kebocoran pada selang atau kipas tidak berputar bisa diperbaiki sendiri. Akan tetapi jika pecinta otomotif tidak mengetahui permasalahan bisa menelpon bengkel atau menjalankan mobil tidak terlalu jauh untuk mencari bengkel terdekat.
5. Pastikan air di reservoir dalam volume yang tepat (tidak kehabisan air), jika air berkurang tambahi sambil mesin di hidupkan sampai reservoir setengah penuh.
menggunakan pedal kopling dan tuas kopling maka pada 20 tahun terakhir sistem perpindahan gigi (gear box) pada mobil telah diperbarui dengan adanya sistem transmisi otomatis atau dikenal dengan mobil matic.
Teknologi transmisi otomatis pada mobil matic telah banyak berkembang sejak 20 tahun terakhir, paling
tidak kita mengenal 3 jenis transmisi matic yang ada sampai saat ini dimana teknologi terbaru kita kenal dengan transmisi matic Double Clutch Gearbox, terlebih dahulu kita akan bahas jenis-jenis transmisi matic:
1. Transmisi Semi Otomatis, sistem transmisi ini tidak menggunakan pedal kopling, meskipun posisi gigi masih dipindahkan secara manual akan tetapi pengemudi tidak perlu menginjak pedal kopling
2. Transmisi Otomatis, sistem transmisi ini masih termasuk dalam transmisi otomatis konvensional. Sistem transmisi ini menggunakan 3 bagian penting yakni Torque Converter, planetary gear unit dan hydraulic control unit. Pada sistem transmisi ini semua komponen transmisi masuk dalam cairan/ fluida (oli) yang dikenal dengan ATF (Automatic Transmission Fluid), mobil yang menggunakan transmisi otomatis fluida ini biasanya dapat dilihat dari tuas transmisi yang menggunakan tombol OD (yakni tombol pengunci untuk memindahkan posisi tuas transmisi dari posisi "P" atau parkir).
3. Transmisi Otomatis Elektronik (Triptonic), banyak dipakai pada mobil mewah seperti BMW dan Mercedes. Sistem transmisi ini sebenarnya hampir sama dengan No. 2 akan tetapi pengemudi bisa memindahkan gigi menggunakan tuas transmisi (tuas kopling), pengemudi masih memiliki pilihan untuk memindahkan gigi, yah paling tidak jika pengemudi menginginkan gigi berpindah bisa dilakukan pada mobil yang menggunakan sistem transmisi otomatis elektronic ini
4. Continously Vatiable Transmission (CVT), sistem transmisi ini tidak memakai gigi sehingga terkesan halus
dalam perpindahan gigi (karena memang tidak ada perpindahan gigi) akan tetapi hanya menggunakan rasio belt saja. Sistem transmisi CVT ini memiliki respons yang sangat kurang karena hanya memiliki 1 gigi saja, untuk akselerasi masih kalah jauh dengan transmisi otomatis biasa
5. Sequential Manual, sistem transmisi ini bisa dioperasionalkan dengan cara manual akan tetapi memiliki mode auto yang menggunakan komputer dalam mengontrol perpindahan gigi, mobil yang menggunakan transmisi ini memiliki tuas transmisi dibalik lingkar kemudi akan tetapi tidak memiliki pedal kopling. Akselerasi mobil dengan sistem transmisi ini sangat baik bahkan lebih responsif dari transmisi manual yang dikemudikan pembalap, akan tetapi sistem transmisi sequential manual ini sering malah terlalu responsif hingga menghentak dan kurang nyaman bagi pengemudi. Sistem transmisi model ini banyak digunakan pada mobil-mobil balap seperti mobil F1 atau mobil sport besutan pabrikan besar seperti BMW, lamborghini, Ferari, dll. Sistem transmisi ini mulai ditinggalkan karena dianggap tidak nyaman
6. Double Clutch Gearbox. Sistem transmisi ini adalah yang terbaru hingga saat ini, sistem transmisi ini sama dengan sequential manual akan tetapi memiliki 2 tuas kopling yang keduanya diatur oleh komputer sehingga memungkinkan perpindahan gigi menjadi sangat halus bahkan tak terasa (lebih halus dari transmisi otomatis) akan tetapi memiliki performa atau akselerasi lebih baik daripada mobil dengan transmisi manual.
Mobil matic di indonesia kebanyakan memakai no 1 (semi otomatis) sampai no 4 (CVT), sedangkan untuk no 5 dan 6 mobil di Indonesia masih belum menggunakan ini. Di bawah ini adalah beberapa kelebihan dan kekuranganmobil matic dibanding mobil manual.
Kelebihan Mobil Matic
* Praktis dikendarai, lebih mudah, lebih nyaman, tidak cepat lelah dan menyenangkan
* Dapat diandalkan untuk jalanan macet seperti kota jakarta dan surabaya atau kota besar lainnya
* Purna jual rata-rata lebih baik
Kekurangan Mobil Matic
* Perawatan tidak boleh telat, harus ekstra (jika terjadi kerusakan habis biaya banyak)
* Lebih sering ganti oli transmisi
* Lebih boros bahan bakar, meskipun untuk pemakaian yang konstan (ideal) konsumsi BBMnya relatif sama dengan manual
* Akselerasi masih kurang apalagi untuk jalan tanjakan
* Tidak memiliki engine brake sehingga harus hati-hati menggunakan rem saat melalui track turunan yang cukup panjang yang mana kadang2 rem bisa kehilangan daya cengkram idealnya jika digunakan terus menerus (peningkatan suhu dan pemuaian cakram)
* Teknisi masih sedikit yang paham tentang mobil ini
* Harga beli mobil yang lebih mahal
Kelebihan Mobil Manual
* Akselerasi lebih baik
* Lebih sesuai dengan kebutuhan atau keinginan pengemudi
* Lebih irit
* Biaya perawatan dan perbaikan lebih sedikit
Kekurangan Mobil Manual
* Lebih sulit dalam mengemudikan mobil manual (karena konsentrasi terpecah pada pedal gas dan rem atau juga dengan tuas transmisi)
* Lebih cepat lelah mengemudikan mobil tipe ini
* Kurang nyaman, kecuali memang orang-orang tertentu yang menginginkan sensasi hentakan mobil seperti offroader atau hoby mobil lain
Meskipun terlihat di atas bahwa mobil matic memiliki banyak kekurangan akan tetapi faktor kemudahan mengemudi, kenyamanan, kepraktisan mobil matic memiliki poin (bobot) yang besar di mata konsumen sehingga kebanyakan konsumen lebih menyukai mobil transmisi matic.




















Tidak ada komentar:
Posting Komentar