Selasa, 17 Juni 2014
Cara Hemat Bahan Bakar Mobil
Kenaikan bahan bakar minyak sebagai
akibat dari dicabutnya subsidi bahan bakar minyak yang dianggap
membebani APBN membuat pemerintah menghimbau kepada masyarakat untuk
hemat menggunakan bahan bakar. Daftar cara hemat bahan bakar mobil
dibawah ini bisa kita contoh dan terapkan dalam kehidupan kita sehari -
hari.
CARA HEMAT BAHAN BAKAR MOBIL:
- Hanya menggunakan mobil bila memang perlu. Kalau tempat yang akan dituju dekat dan bisa ditempuh dengan bersepeda atau jalan kaki, mengapa kita harus menggunakan mobil untuk emnuju ke tenpat tersebut?
- Manfaatkan alat transportasi umum. Walaupun untuk di beberapa daerah belum memiliki alat transportasi umum yang memadai, namun dengan menggunakan alat transportasi umum beberapa kali dalam seminggu bisa mampu menghemat bahan bakar mobil kita.
- Rutin mengunjungi bengkel mobil langganan kita. Mobil yang terawat bisa menghemat penggunaan bahan bakar. Oleh karena itu, kita harus memiliki catatan kapan terakhir mengunjungi bengkel mobil dan kapan kunjungan berikutbya harus dilakukan. Jangan lupa juga untuk membuat catatan kapan kita harus memngganti oli mesin.
- Matikan mesin mobil saat mobil berhenti untuk waktu yang lama. Walaupun terkadang dengan alasan AC harus tetap menyala karena ada penumpang di dalam mobil saat mobil berhenti, namun akan lebih bijak bila mesin dimatikan pada saat seperti itu. Selain bisa mengurangi polusi juga bisa menghemat penggunaan bahan bakar
- Muati mobil sesuai dengan kapasitas daya muat mobil itu sendiri. Mesin sebuah mobil yang kelebihan muatan akan bekerja lebih keras sehingga akan lebih boros penggunaan bahan bakarnya
- Hindari untuk sering mengerem mendadak karena pada saat kita mengerem mendadak otomatis kerja mesin dipakasa untuk berhenti dan akan mengganggu supplai dan penggunaan bahan bahar di dalam mesin mobil karena secara logika bila kita mengerem mendadak maka dibutuhkan energi yang sangat besar untuk bisa menghentikan kerja mesin secara tiba - tiba.
- Pilih mobil yang hemat bahan bakar. Memang harus diakui bahwa mobil yang ber cc tinggi sangat nyaman untuk dikendarai namun kita juga harus ingat bahwa mobil tersebut pasti sangat boros penggunaan bahan bakarnya. Oleh karena itu, kita harus bisa dengan bijak memilih jenis mobil yang hemat bahan bakar dan cinta lingkungan
Komponen Mobil Yang Sering Rusak
Jika pada saat berkendara, Anda merasakan tanda-tanda mesin terasa bergetar secara tidak normal, kemungkinan itu disebabkan oleh satu atau lebih komponen mesin yang bermasalah. Meskipun Anda tidak akan memperbaikinya sendiri namun Anda perlu tahu beberapa komponen mesin yang paling sering bermasalah sehingga Anda tidak mudah dibodohi oleh pihak "bengkel nakal" dan membuat biaya perbaikan tambah membengkak.
Untuk itu, berikut ini adalah beberapa komponen mesin yang kerap menjadi penyebab mesin mobil bergetar secara tidak normal yaitu : distributor, koil, busi, sistem injeksi atau karburator (salah satu), dan setelan idle katup karburator.
Mesin Mobil
Pencarian komponen yang rusak haruslah diawali dengan pengetahuan akan fungsi komponen tersebut. Berikut ini adalah fungsi masing-masing komponen dan indikasi kerusakannya:1. Distributor
Komponen yang berfungsi sebagai penyuplai tenaga hasil pengapian ke semua komponen penggerak di rangkaian mesin. Jika pendisribusian tenaga terganggu otomatis mesin bekerja dengan tidak normal.
Cara Kerja Mesin 2 tak
Cara Kerja Mesin 2 tak berbeda dengan mesin 4 tak, dimana mesin 2 tak
ini hanya membutuhkan dua gerakan piston untuk menghasilkan tenaga, yang
membedakan tentunya adalah konstruksi daripada mesin sendiri, pada
mesin 2 tak, yang menjadi katub adalah piston tersebut, karena hanya
membutuhkan 2 kai gerakan piston untuk satu tenaga, maka mesin 2 tak
memiliki kecepatan yang tinggi, dan mesin ini banyak digunakan pada
motor dan tidak digunakan pada mobil.
![]() |
| konstruksi mesin 2 tak |
berikut ini beberapa istilah yang digunakan dalam dunia otomotif ya
- TMA (titik mati atas) atau TDC (top dead centre), posisi piston berada pada titik paling atas dalam silinder mesin atau piston berada pada titik paling jauh dari poros engkol (crankshaft).
- TMB (titik mati bawah) atau BDC (bottom dead centre), posisi piston berada pada titik paling bawah dalam silinder mesin atau piston berada pada titik paling dekat dengan poros engkol (crankshaft).
- Ruang bilas yaitu ruangan dibawah piston dimana terdapat poros engkol (crankshaft), sering disebut dengan bak engkol (crankcase) berfungsi gas hasil campuran udara, bahan bakar dan pelumas bisa tercampur lebih merata.
- Pembilasan (scavenging) yaitu proses pengeluaran gas hasil pembakaran dan proses pemasukan gas untuk pembakaran dalam ruang bakar.
Langkah Hisap dan Kompresi
Piston bergerak dari TMA ke TMB.
- Pada saat piston bergerak dari TMA ke TMB, maka akan menekan ruang bilas yang berada di bawah piston. Semakin jauh piston meninggalkan TMA menuju TMB, tekanan di ruang bilas semakin meningkat.
- Pada titik tertentu, piston (ring piston) akan melewati lubang pembuangan gas dan lubang pemasukan gas. Posisi masing-masing lubang tergantung dari desain perancang. Umumnya ring piston akan melewati lubang pembuangan terlebih dahulu.
- Pada saat ring piston melewati lubang pembuangan, gas di dalam ruang bakar keluar melalui lubang pembuangan.
- Pada saat ring piston melewati lubang pemasukan, gas yang tertekan dalam ruang bilas akan terpompa masuk dalam ruang bakar sekaligus mendorong gas yang ada dalam ruang bakar keluar melalui lubang pembuangan.
- Piston terus menekan ruang bilas sampai titik TMB, sekaligus memompa gas dalam ruang bilas masuk ke dalam ruang bakar
Langkah Usaha dan Buang
Piston bergerak dari TMB ke TMA.
- Pada saat piston bergerak TMB ke TMA, maka akan menghisap gas hasil
percampuran udara, bahan bakar dan pelumas masuk ke dalam ruang bilas.
Percampuran ini dilakukan oleh karburator atau sistem injeksi.
- Saat melewati lubang pemasukan dan lubang pembuangan, piston akan mengkompresi gas yang terjebak dalam ruang bakar.
- Piston akan terus mengkompresi gas dalam ruang bakar sampai TMA.
- Beberapa saat sebelum piston sampai di TMA, busi menyala untuk membakar gas dalam ruang bakar. Waktu nyala busi sebelum piston sampai TMA dengan tujuan agar puncak tekanan dalam ruang bakar akibat pembakaran terjadi saat piston mulai bergerak dari TMA ke TMB karena proses pembakaran sendiri memerlukan waktu dari mulai nyala busi sampai gas terbakar dengan sempurna.
Cara Kerja Mesin 2 tak terjadi terjadi 1 kali putaran cranshaft
menghasilkan 1 kali usaha atau dengan bergeraknya connecting rod dari
TMA ke TMB lalu dari TMB ke TMA menghasilkan 1 kali putaran poros
engkol.
Dasar Dasar Mesin 4 Langkah
Cara Kerja Dari Mesin Bensin terdapat 4 tahap utama karena pada umumnya mobil menggunakan 4 tak untuk kerja mesinnya, dimana langkah-langkah tersebut merupakan alur proses yang terjadi secara terus menerus untuk menghasilkan tenaga mesin yang optimal, dalam bahasa teknik mesin bensin biasanya disebut : gasoline engine, berikut ini 4 alur kerja dari mesin bensin.
1. Langkah Hisap ( Intake Stroke )
2. Langkah Kompresi ( Compression Stroke )
3. Langkah Pembakaran ( Combustion Stroke )
4. Langkah Buang ( Exhaust Stroke )
Apa yang terjadi dalan satu buah siklusMesin 4-Tak terdiri dari 4 langkah piston ( 2 kali naik 2 kali turun), 2 putaran crankshaft atau poros engkol,dan 1 putaran camshaft yang akan menghasilkan satu kali pembakaran atau usaha untuk menggerakkan kendaraan.
Langkah Hisap
langkah hisap adalah menghisap campuran bahan bakar dan udara kedalam ruang bakar atau silinder yang masuk melalui katub masuk (intake valve), yang nantinya akan di mampatkan dan di bakar
Langkah Kompresi
Pada langkah ini posisi katub buang dan hisap tertutup dan campuran tadi di dorong oleh piston ke atas untuk di mampatkan.
langkah pembakaran
langkah pembakaran
Langkah ini adalah pada saat campuran bahan bakar dan udara sudah di
kompresikan dan di bakar dengan percikan bunga api dari busi, sehingga
terjadi ledakan di atas piston dan mengakibatkan piston terdorong ke
bawah dengan tekanan tinggi, ini disebut langkah usaha, dan tenaga ini
akan dirubah menjadi tenaga putar untuk menggerakkan kendaraan.
Langkah Buang
Langkah Buang
Setelah terjadi pembakaran, katub buang terbuka dan piston bergerak ke atas untuk membuang sisa hasil pembakaran
Begitulah alur dasar atau sederhana dari mesin 4 tak, di atas adalah cara kerja dari mesin bensin yang pada umumnya banyak di gunakan, materi ini hanya dasar belum mengarah kepada hal teknis dan detail setiap komponen.
Begitulah alur dasar atau sederhana dari mesin 4 tak, di atas adalah cara kerja dari mesin bensin yang pada umumnya banyak di gunakan, materi ini hanya dasar belum mengarah kepada hal teknis dan detail setiap komponen.
Bagian-Bagian Mesin Mobil dan Fungsinya
Mobil merupakan sebuah kendaraan yang
terdiri dari berbagai macam bagian. Masing-masing bagian tersebut
mempunyai fungsi masing-masing serta cara perawatan yang berbeda.
Berikut ini bagian-bagian mesin mobil dan fungsinya:
1. Skring : Untuk mencegah terjadinya konsleting.
2. Amperemeter : Untuk mengontrol arus listrik.
3. Kunci Kontak : Untuk menghubungkan & memutuskan arus listrik.
4. Karbulator : Untuk mencampur bahan bakar & udara menjadi kabut/gas.
5. Regulator : Untuk merubah arus AC menjadi DC.
6. In House Manifoll : Untuk Saluran bahan bakar gas baru.
7. Eks House : Untuk Saluran buang gas sisa pembakaran.
8. Radiator : Untuk menampung air sekaligus mendinginkannya.
9. Tutup Radiator : Untuk menahan tekanan air.
10. Radiator Bagian Atas : Untuk tempat air panas.
11. Inti Radiator : Untuk Mendinginkan Air.
12. Radiator Bagian Bawah : Untuk tempat air dingin.
13. Selang Atas Radiator : Untuk tempat aliran air panas menuju ke radiator.
14. Selang Bawah : Untuk tempat aliran air dingin menuju ke mesin.
15. Alternator : Sebagai generator listrik sekaligus mensuplai baterai.
16. Motor Starter : Untuk menggerakan pulas suatu engine.
17. Termostat : Untuk mengoptimalkan kerja mesin, sehingga mencapai suhu temperatur kerja 80-90′C.
2. Amperemeter : Untuk mengontrol arus listrik.
3. Kunci Kontak : Untuk menghubungkan & memutuskan arus listrik.
4. Karbulator : Untuk mencampur bahan bakar & udara menjadi kabut/gas.
5. Regulator : Untuk merubah arus AC menjadi DC.
6. In House Manifoll : Untuk Saluran bahan bakar gas baru.
7. Eks House : Untuk Saluran buang gas sisa pembakaran.
8. Radiator : Untuk menampung air sekaligus mendinginkannya.
9. Tutup Radiator : Untuk menahan tekanan air.
10. Radiator Bagian Atas : Untuk tempat air panas.
11. Inti Radiator : Untuk Mendinginkan Air.
12. Radiator Bagian Bawah : Untuk tempat air dingin.
13. Selang Atas Radiator : Untuk tempat aliran air panas menuju ke radiator.
14. Selang Bawah : Untuk tempat aliran air dingin menuju ke mesin.
15. Alternator : Sebagai generator listrik sekaligus mensuplai baterai.
16. Motor Starter : Untuk menggerakan pulas suatu engine.
17. Termostat : Untuk mengoptimalkan kerja mesin, sehingga mencapai suhu temperatur kerja 80-90′C.
Komponen dan Fungsi Mesin Mobil
Komponen
Mesin merupakan bagian-bagian utama dari mesin khususnya yang dibahas
disini adalah mesin bensin/premium. Dimana komponen utama ini merupakan
suatu bentuk rangkaian mesin yang difungsikan sebagai pembuat tenaga.
Adapun yang utama dengan berurutan adalah sebagai berikut :
1. Blok Silinder,
merupakan bentuk dasar dari mesin dan pada blok silinder ini terdapat
beberapa buah silinder mesin, pada tiap silinder terdapat sebuah
torak/piston yang dipasangkan pada salah satu ujung batang piston,
sedangkan ujung piston yang lain berhubungan langsung dengan poros
engkol/crank shaft, maka dengan demikian gerak naik turunnya piston
dapat menggerakan poros engkol. Sedangkan dibagian atas kepala silinder
pada bagian dalamnya berbentuk sebuah ruang bakar dan dilengkapi dengan
katup-katup hisap dan buang.
Blok
silinder biasanya terbuat dari besi tuang/cor tetapi ada pula yang
terbuat dari paduan almunium dengan tujuan untuk mengurangi berat serta
menambah panas radiasi. Beberapa silinder disusun pada blok silinder,
bagian atasnya ditutup dengan kepala silinder sedangkan bagian bawah
blok silinder membentuk ruang engkol untuk penempatan dan pemasangan
kelengkapan, seperti dinamo starter (untuk start awal gerak poros
engkol, alternator, pompa bensin serta distributor.
2. Silinder,
merupakan bagian yang memindahkan tenaga panas ke tenaga mekanik dan
untuk tujuan ini piston bergerak naik memadatkan gas. Untuk memperoleh
tenaga maksimum ataupun optimum diusahakan tidak terdapat
kebocoran-kebocoran pada gas-gas yang dibakar diantara piston dan
silinder. Gesekan dan keausan diusahakan seminim mungkin yang
diakibatkan oleh gerakan-gerakan meluncur dari piston. Untuk memperkecil
hal ini, dinding silinder diperkeras dengan besi tuang/cor, atau
dengan diberikan khrom pada dinding-dinding silinder untuk membatasi
keausan tadi. Jika dinding silinder telah aus .. maka perbaikan yang
dilakukan adalah dengan mengebor kembali dinding silinder dengan bore
tune, sehingga silinder ruang menjadi lebih besar maka membutuhkan
piston/torak juga lebih besar karena bertambahnya diameter ukuran
silinder (berhubungan dengan kecepatan pada saat dragrace, dimana
ruang silinder dan piston semakin besar dibutuhkan suplay bahan bakar
lebih besar sehingga digunakan karburator minimal 2 barrel atau 4 barrel)
Untuk menghindari semakin tipisnya dinding dalam dan dinding luar
silinder (ketebalan silinder) maka sebaiknya dinding dalam diberikan
pelapis khrom sehingga permanen karena meminimalisasi keausan .. dan
piston bisa dipertahankan tidak memerlukan penggantian piston yang lebih
besar.
Senin, 16 Juni 2014
Sejarah Singkat IPM
Khittah Perjuangan IPM
Saya
bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan yang patut disembah selain
Alla, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Saya ridha
Allah sebagai Tuhan kami, Islam sebagai agama kami, dan Muhammad sebagai
nabi dan utusan Allah. Katakanlah inilah khittah perjuanganku. Aku dan
pengikutku akan mengajak ke jalan Allah berdasarkan penjelasan
(penalaran) yang nyata. Maha Suci Allah dan aku bukan termasuk
orang-orang yang musyrik (QS. Yusuf 12:108)
Maksud dan Tujuan IPM
Terbentuknya pelajar muslim yang berakhlaq mulia, berilmu dan terampil dalam rangka menegakkan dan menjunjung tinggi nilai-nilai ajaran Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. (ach*)
Sejarah IPM
1. Fase Pembentukan (tahun 1961 – 1976)IPM pertama kali lahir dengan nama Ikatan pelajar Muhammadiyah pada masa dimana pertentangan idiologi menjadi gejala yang menonjol dalam kehidupan sosial politik di Indonesia. Hal ini mendorong IPM untuk memiliki karakter sebagai jati diri gerakan dakwah pelajar yang pada akhirnya munculah rumusan tentang Sistem Perkaderan IPM (SPI) dan khittah perjuangan IPM pada Muktamar IPM ke 2 di Palembang tahun 1976.
1. Fase Penataan (tahun 1967 – 1992)
IPM masuk fase penataan ketika bangsa Indonesia bersemangat mencanangkan pembangunan ekonomi. Situasi pada waktu itu menghendaki adanya monoloyalitas tunggal dalam berbangsa dan bernegara dengan salah satu kebijakannya yaitu pencanangan satu-satunya organisasi pelajar yang boleh eksis di sekolah adalah OSIS, dengan demikian IPM harus dirubah. Akhirnya, PP IPM membuat Surat keputusan no.IV/PP.IPM/1992 dan disahkan oleh PP Muhammadiyah dengan SK. No.53/SK.PP/IV.B/I.b/1992 dan telah diterima dengan suara bulat oleh Muktamirin yang berasal dari 26 utusan wilayah dan 150 utusan daerah. Sejak saat itu IPM berubah nama menjadi IRM (Ikatan Relajar Muhammadiyah), tetapi ternyata perubahan nama ini menimbulkan dampaknya sangat luar biasa karena dengan nama IRM, organisasi ini dapat masuk ke seluruh lapisan masyarakat bukan hanya di kalangan akademisi saja (sekolah). Sehingga muncullah ranting-ranting IRM di desa-desa. IRM menjadi lebih merakyat
1. Fase Pengembangan
Pada fase ini IPM dituntut untuk mampu menyiapkan dasar kokoh, baik secara institusional maupun personal sehingga tercapai komunitas yang kondusif bagi para pelajar dengan memiliki panca kesadaran anggota IPM, yaitu :
• Sadar beragama
• Sadar Berperilaku Pengetahuan
• Sadar Beramal
• Sadar Bermasyarakat dan Bernegara
• Sadar Berorganisasi
1. IRM berubah menjadi IPM kembali
Berdasarkan SK PP IPM dan telah disetujui dan disahkan oleh SK PP Muhammadiyah no 60/KEP/1.0/B/2007 IRM berubah kembali menjadi IPM, dan nama IPM telah ditetapkan kembali resmi setelah dilaksanakannya Muktamar IPM di Surakarta bulan Oktober 2008.
Lambang IPM
(gambar lambang IPM)
Arti Lambang
Bentuk : Segi lima bersisi runcing di bawah yang merupakan deformasi bentuk pena.
Ukuran : Satu banding dua
Warna : Kuning berarti keagungan, putih berarti suci, merah berarti keberanian, hijau berarti kesuburan dan harapan, hitam berarti keabadian. Matahari dengan sinar warna kuning. Buku berwarna putih terletak di dalam matahari. Tulisan ayat “Nuun, walqolami wamaa yasthuruun” (Nuun, demi pena dan apa yang mereka tuliskan)
Maksud dari “Demi Pena dan Segala Apa yang Mereka Tuliskan” adalah Organisasi IPM ini merupakan organisasi yang beranggotakan dari kalangan para pelajar dan selayaknya pelajar pasti menggunakan sebuah pena, dan pena tersebut dianggap kinerja atau partisipasi kita dalam IPM, jadi apapun yang kita tuliskan kita juga harus berani mempertanggungjawabkannya sesuai dengan apa yang kita tulis
Langganan:
Komentar (Atom)


